Contoh Hipotesis Penelitian Kesehatan

Nama : Ramadhani Tiara Putri

NIM   : 20160302233

TUGAS :
Buatlah masing-masing 1 contoh dari 2 tipe hipotesis yang berbeda beserta penjelasan variabelnya ?

1.Hipotesis Komprasif

Apakah ada perbedaan status gizi antara bayi yang diberi asi eksklusif dan bayi yang tidak diberi asi eksklusif ?

Ho : Tidak ada perbedaan status gizi antara bayi yang diberiasi asi eksklusif dan bayi yang tidak diberi asi eksklusif.

Ha : Ada perbedaan status gizi antara bayi yang diberiasi asi eksklusif dan bayi yang tidak diberi asi eksklusif.

Penjelasan Variabel :
Status gizi bayi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan zat gizi. Status gizi bayi diukur dengan menggunakan parameter antropometri indeks BB/U dan dibandingkan dengan standar baku antropometri WHO-NCHS. BB bayi ditimbang dengan menggunakan baby scale digital oleh petugas gizi di puskesmas. Berat badan bayi menggunakan satuan kilogram (kg). Umur bayi ditentukan dalam hitungan bulan.
Asi eksklusif adalah proses yang hanya memberikan ASI saja kepada bayi sampai usia 6 bulan tanpa memberikan makanan/minuman tambahan lain kecuali obat, vitamin, mineral dan ASI yang diperas.

2.Hipotesis Asosiatif

Adakah hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan obesitas pada anak sekolah dasar ?

Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan obesitas pada anak sekolah dasar.

Ha : Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan obesitas pada anak sekolah dasar.

Penjelasan Variabel:
Kebiasaan sarapan pagi adalah makanan yang dimakan pada pagi hari sebelum anak berangkat sekolah, yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk dan sayur atau buah yang diamati selama seminggu.
Obesitas anak diukur dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT), caranya dengan mengukur berat badan dengan timbangan digital dan mengukur tinggi badan dengan menggunakan microtoice oleh petugas gizi. Hasil IMT didapatkan dengan cara membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat. Berat badan menggunakan satuan kilogram (kg) dan tinggi badan menggunakan satuan centimeter (cm). Apabila IMT lebih besar dari 25 kg/m2, maka dikategorikan obesitas.